Tampilkan postingan dengan label mayor haristanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mayor haristanto. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juli 2008

“Demo Raparnas PSSI – Selamatkan Sepakbola Indonesia!”

Rabu, 30 Nopember 2005, jam 09.00 – 16.00 di Hotel Mercure Jogja. Demo sendirian dari Solo. Beruntung ada pendamping suporter Pasoepati Jogja Mas Sukir. Diterima pejabat ketua umum PSSI Agusman Effendi dengan membentangkan spanduk hitam berteks ‘Selamatkan Sepakbola Indonesia’. Demo dilatarbelakangi keterpurukan sepakbola nasional dan dilandasi cinta berat kepada sepakbola Indonesia.

“Sarasehan Suporter Atraktif”

Minggu, 2 Oktober 2005, jam 13.00 – 16.00 di Gedung DPRD Kudus. Diundang Basoka Kudus sebagai salah satu pembicara dengan tema membangun suporter atraktif tanpa anarki. Hadir pula sebagai pembicara Redaktur Bola Jakarta Sigit Nugroho. Acara dihadiri 300 suporter perwakilan klub suporter Jateng dan DIY.

Minggu, 27 Juli 2008

“Forum Curah Hati Membedah Otak Gila Mayor Haristanto”

Kamis, 7 April 2005, jam l4.00 – 16.00 di Hotel Agas Solo. Bersama LPM FH UNS Novum menggelar curah hati membedah otak kanan Mayor Haristanto. Hadir 40an mahasiswa. Misi menularkan dan menyemangati para mahasiswa agar lebih peka untuk ‘memberi’ sesuatu kepada orang lain. Hadir sebagai pendamping dan pembicara Ibu Kris Pujiatni, dosen Fakultas Psikologi UMS.

“Pameran Kaver OLE Nasional BOLA Bertanda Tangan Tokoh”

Senin, 28 Pebruari – 2 Maret 2005, di Balai Sudjatmoko Solo. Seratus lembar kaver Ole Nasional koleksi pribadi Mayor Haristanto dipamerkan di Balai Sudjatmoko. Kaver unik bertandatangan tokoh ini dimaksudkan untuk ikut menandai ultah tabloid BOLA sekaligus menebar alternatif hobi seseorang. Sponsor Kagama Solo, Medior BOLA, Netra, TB Gramedia.

Rabu, 16 Juli 2008

“Mission Possible: Tiger Cup 2004 Tour,Tame the Lions, Heal the Nations”

Minggu, 16 – 21 Januari 2005, Solo – Jakarta – Singapura pp. Tour ke Singapura atas biaya sendiri guna mendukung penuh perjuangan timnas Sepakbola Indonesia yang berlaga di Piala Tiger leg ke-2 di Singapura. Sayang tim Indonesia keok di tangan Singapura. Tour bersama Bambang Haryanto, pemegang Rekor Muri sebagai pencetus Hari Suporter Nasional 12 Juli (2000).

Di Singapura beruntung mendapat teman layaknya LO yang mau menjemput di airport, orang Jakarta kuliah di Surabaya. Tiket bebas nonton dari Pak Bardi, Pengurus teras PSSI. Di Singapura bergabung dengan ribuan suporter tim Indonesia yang kebanyakan TKI, juga para pelajar Indonesia yang belajar di Singapura.

Harian utama Singapura, The Straits Times (17/1/2007) sempat memajang ucapan Bambang Haryanto terkait hasil pertandingan dan harapan untuk masa depan sepakbola Indonesia.